Talkshow dengan RRI Pro-1 FM 91,2 MHz “Penganugerahan MDG Awards”

Talkshow dengan RRI Pro-1 FM 91,2 MHz “Penganugerahan MDG Awards”

Jakarta, (9/1) Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok drg. Hardiono, SPBM dan Kabid Perencanaan Sosial Bappeda Kota Depok, H. Utang Wardaya, AP melakukan talkshow di RRI Pro 1 91,2 FM di Studio 1 RRI Jakarta Jl. Medan Merdeka Barat.

Berikut ini adalah naskah wawancaranya :

  1. Mohon dijelaskan mengenai Program Dinas Kesehatan Kota Depok yang mendapat penghargaan MDGs Awards tersebut (ditujukan kepada Walikota Depok)

Jawab :

Penghargaan MDGs Awards yang diterima oleh Kota Depok merupakan sebuah perjuangan dan upaya Walikota Depok selama 5 tahun dalam memperjuangkan pengentasan Balita gizi buruk. Namun demikian, Walikota Depok tidak bekerja sendiri melainkan dibantu oleh berbagai pihak yakni Dinas Kesehatan Kota Depok yang menggulirkan program-program nutrisi ke masyarakat, Tim Penggerak PKK Kota Depok, Kader Posyandu Kota Depok, Kecamatan, dan Kelurahan, yang hasilnya dapat dirasakan pada saat ini dengan mendapatkan penghargaan MDGs awards 2011.

Penanganan gizi buruk merupakan salah satu faktor terbesar dalam meningkatnya kematian ibu dan bayi di indonesia. Berdasarkan data Dinkes kota Depok tahun 2010 dengan kesepakatan global (millenium development Goals / MDGs) saat ini mempunyai angka kematian ibu (AKI) 40,11/100000, angka kematian balita (AKB) 3,33/1000, prevalensi gizi buruk 0,16 % dan prevalensi kurang gizi 3,42 %. Adapun terobosan terbaru program Dinas Kesehatan dalam menanggulangi masalah ini adalah dengan melaksanakan program  Therapeutic Feeding Center (TFC) / panti pemulihan gizi. Yang telah dilakukan sejak tahun 2008 dan berlokasi di kecamatan sukmajaya dan cimanggis. Dengan melakukan pemberdayaan masyarakat, konseling gizi dan pendirian pos-pos gizi diharapkan adanya kepedulian terhadap penurunan gizi buruk buruk di kota Depok.

2. Mohon dijelaskan mengenai Program TFC (ditujukan ke Kepala Dinkes)

Jawab:

Program TFC merupakan program pemulihan  dan perawatan dalam hal penanganan gizi buruk untuk beberapa indikasinya bagi bayi dengan porsi berat badan yang normal. Di kecamatan Sukmajaya ditemukan 80 anak dirawat dengan kasus ini sejak tahun 2008-2011, di kecamatan Cimanggis dan Bojongsari ada pasien yang menjalani rawat jalan.

Bidang Yang bertanggung jawab terhadap program pelaksanaan gizi ini adalah Seksi Kesga dan gizi pada bidang yankesmas seperti mengatur pelaksanaan kegiatan, penanggung jawab program gizi puskesmas, PKK, dan kader posyandu. Program andalan lain pemkot Depok ialah PMT (pemberian makanan tambahan) melalui pendirian pos gizi sejak tahun 2005 dengan memberikan susu (skim), dan minyak goreng yang mengacu sesuai pada standar angka kecukupan gizi.

3. Adapun Target dan Cakupan Program TFC adalah :

Indikator

Target Renstra Dinas Kesehatan tahun 2010 (%)

Capaian Cakupan Program Tahun 2010 (%)

Persentase balita gizi buruk yang mendapat perawatan

100

100

Persentase balita naik berat badannya

78,6

69,57

Prevalensi balita sangat kurus

<0,3

0,17

Prevalensi balita kurang gizi

<5

3,94

3. Apa Dampak dari Program TFC ?

Jawab:

–         Penurunan kasus balita sangat kurus

–         Penurunan kasus balita kurang gizi

–         Tercapainya target balita gizi buruk yang mendapat perawatan

–         Peningkatan status gizi balita

–         Terbentuknya kelompok-kelompok Positive Deviance

–         Kaum ibu dapat turut diberi pembelajaran di TFC agar dapat merubah perilaku dan pola berfikir dalam merawat anak mereka dalam hal pola asuh dan asupan makanan bergizi

–         Adanya kerjasama antara dinas kesehatan, puskesmas, PKK dan kader posyandu dalam penggerakan massa, pelaporan, dan system rujukan ke puskesmas

–         Kemitraan dengan stake holder PKK dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

–         Perlunya Perda Penanganan Gizi di masyarakat.

4. Apa yang dimaksud dengan MDGs Awards?

Jawab :

Indonesia MDGs Awards diselenggarakan untuk memberi apresiasi kepada para pemangku kepentingan dan pelaku pembangunan yang telah menghasilkan prestasi terbaik dalam upaya mendorong percepatan pencapaian MDGs di Indonesia.
Dari 600 Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia, hanya 132 Kabupaten/ Kota saja yang mengikuti ajang ini. Dari 132 Kota terpilih 16 juara dengan empat kategori penghargaan, yaitu Nutrisi, Kesehatan Ibu dan Anak, Akses pada air minum layak dan sanitasi dasar, dan HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya.
Wakil Presiden RI Boediono mendorong setiap kota untuk melakukan terobosan inovatif dan bekerja lebih keras untuk mengangkat martabat bangsa.

5. Siapa yang menyelenggarakan MDGs Awards?

Jawab : Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs dan Metro TV bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri serta berbagai lembaga dan organisasi terkait.

6. Apa saja Kategori Penghargaan MDGs Awards?

Jawab

Kategori Umum :

–         Nutrisi

–         Kesehatan Ibu dan Anak

–         Akses ke air minum layak dan sanitasi dasar

–         HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya

Kategori Khusus :

–         Alokasi anggaran yang berpihak pada MDGs

–         Kesinambungan program MDGs

–         Dampak MDGs pada komunitas

–         Inovasi terbaik MDGs untuk kelompok pemuda

fifteen − 11 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 18 =