Sikap Kesederhanaan Mendatangkan Berkah

Sikap Kesederhanaan Mendatangkan Berkah

Giat pembinaan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok untuk Oktober 2023 kembali dilaksanakan pada Rabu (11/10/2023). Kali ini, mengangkat tema ‘Hidup Sederhana Meraih Berkah’.

Ustadzah Raden Siti Nurani, dalam tausiahnya mengatakan, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk hidup sederhana. Bukan berarti kikir tetapi lebih mengarah ke gaya hidup bersahaja, tampak wajar, pas, dan seimbang. 

Seperti sederhana dalam nafkah. Allah SWT dalam surah Alfurqan ayat 67 telah memberi petunjuk, ‘Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.’

“Jangan juga terlalu pemurah. ‘Janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal’,” ucap Siti Nurani mengutip Alquran surah 17 ayat 29.

Dalam bersedekah Nabi juga telah memberikan pedoman mengenai siapa saja yang berhak mendapat sedekah. Pertama, kata Siti, memberikan sedekah kepada orangtua. Merawat dan menghormati orangtua adalah salah satu nilai penting dalam ajaran Islam.

Kedua, Islam mendorong membantu keluarga dan kerabat yang membutuhkan. “Memberikan sedekah kepada mereka adalah Tindakan mulia dan juga membantu menjaga hubungan keluarga,” tuturnya.

Ketiga, anak yatim. Rasulullah SAW sering kali menekankan pentingnya merawat anak yatim. Memberikan dukungan kepada anak yatim adalah tindakan yang sangat dihargai dalam Islam. Keempat, sedekah kepada orang yang dalam perjalanan. 

Selain dalam nafkah, sederhanalah juga dalam pakaian, makan, dan minum. ‘Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan,” surah Al-Araf ayat 31.

Lalu, sederhana dalam mencinta dan membenci. Terkait ini, kata Siti Nurani, Nabi juga berpesan, cintailah orang yang engkau cintai seperlunya karena bisa saja suatu hari dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah orang yang kamu benci seperlunya, karena bisa jadi suatu hari kelak dia akan menjadi orang yang engkau cintai.

Selanjutnya, sederhana dalam bicara dan memuji. Nabi pun seperti dalam hadist yang diriwayatkan Al-Bukhari, at-Tirmidzi Ahmad, ad-Darimi sempat berpesan, ‘Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa Putera Maryam’. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah hamba Allah dan Rasul-Nya.’

“Dalam kesederhanaan ada qanaah dan tawadhu,” kata Siti Nurani

Qanaah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari dari rasa tidak puas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qanaah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada dalam diri adalah kehendak Allah.

“Namun, jangan diartikan qanaah itu sebagai sikap pasrah. Kita tetap harus berjuang, bekerja juga bentuk perjuangan,” ucapnya.

Adapun tawadhu merupakan sikap rendah diri dan tidak sombong. “Kesederhanaan, tidak bermegah-megahan, tidak berlebihan. Hal-hal inilah yang pada akhirnya dapat memberikan keberkahan dalam hidup,” tambah Siti Nurani.

Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Manto pun berharap kegiatan pembinaan karakter yang diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok dapat memberikan motivasi kepada jajarannya. Tidak hanya dalam urusan pekerjaan, tetapi juga dalam ketakwaan kepada Allah SWT.

“Semoga kita mendapatkan pencerahan, dapat lebih bertakwa, dan semua yang dilakukan dapat mendatangkan keberkahan, amin,” tandasnya. (Diskominfo)

2 × four =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 19 =