Rancang Raperda Menara Telekomunikasi, DPRD Bantul Lakukan Kunjungan Kerja ke Depok

Rancang Raperda Menara Telekomunikasi, DPRD Bantul Lakukan Kunjungan Kerja ke Depok

DPRD Bantul Yogjakarta melakukan kunjungan kerja ke Kota Depok, Jum’at (27/09/2013). Bertemu dengan pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, sebanyak 17 anggota DPRD membahas mengenai sanksi dan definisi dasar menara telekomunikasi bersama.

“Saat ini kami sedang menyusun perubahan raperda tentang menara komunikasi di Bantul dan kami melihat Depok cukup presentatif dan lebih bagus dari kami,” ujar Arif Haryanto selaku Wakil Ketua DPRD Bantul.

Arif mengatakan bahwa setahun yang lalu Bantul sudah memiliki Perda mengenai menara komunikasi, namun ada dua klausul atas evaluasi gubernur yang harus direvisi yaitu mengenai sanksi dalam hal aturan tentang ijin pendirian dan tentang definisi menara telekomunikasi bersama.

“Saat ini Depok sudah menerapkan ada sanksi administratif sebanyak tiga kali dan selanjutnya ada penertiban oleh instansi lain, sedangkan di Bantul kami hanya memberikan sanksi administratif dan belum sampai penertiban. Ini adalah salah satu referensi yang baik dan upaya kami nanti untuk mencantumkannya dalam Perda terbaru,” jelas Arif.

Mengenai referensi tentang menara bersama, selama ini DPRD Bantul mengasumsikan bahwa menara bersama adalah menara yang dijadikan satu, sementara Kota Depok mengimplementasikan bahwa ada menara mandiri yang dimiliki oleh satu provider dan ada juga yang dimiliki bersama oleh beberapa provider.

“Mengenai menara bersama ini, selanjutnya juga akan kami bahas saat rapat Raperda. Kami akan merubah dan mencari referensi beberapa item sesuai untuk daerah kami,” jelas Arif.

Kota Depok dipilih karena Bantul melihat di Depok sudah tertata rapih mengenai aturan menara telekomunikasi melalui Perda dan Perwal. Selain itu Depok sudah banyak memiliki menara telekomunikasi yaitu sebanyak 463 menara.

“Saat ini di Bantul kami memiliki 185 menara, sedangkan yang sudah aktif sekitar 150. Karena Bantul masih sedikit, maka kami belajar pada kota yang lebih kompleks dan IT yang lebih baik seperti Kota Depok,” tutup Arif. (Diskominfo/Rysko)

dprd bantul2

four + 18 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =