Media Sosial Sarana Mensosialisasikan ODNC

Media Sosial Sarana Mensosialisasikan ODNC

Sudah selayaknya seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Depok mengikuti peraturan yang dibuat oleh Walikotanya. Termasuk Veny Apriola, salah satu staf Bidang perijinan I BPMP2T Kota Depok yang rutin naik angkot setiap hari Selasa. Hal ini sejalan dengan kebijakan Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il, One Day No Car (ODNC) yang menghimbau para pegawai untuk tidak membawa mobil ke kantor.

Gerakan ODNC adalah gerakan yang mengacu pada pidato presiden 29 Mei 2012 lalu tentang kebijakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik. Pada 12 Juni 2012, Walikota Depok mengeluarkan kebijakan untuk melarang mobil dinas ber-plat merah beroperasi setiap hari Selasa, termasuk melarang kendaraan beroda empat masuk ke lingkungan Balaikota Depok.

Veny yang berdomisili di kukusan Beji ini mengaku setiap hari dirinya mengendarai mobil untuk sampai ke Balaikota, dengan adanya aturan terkait pelarangan membawa kendaraan ke Balaikota pada hari Selasa, Veny pun mengerti dan berbesar hati untuk naik kendaraan umum.

Walaupun Veny sedang hamil besar, dirinya tidak merasa risih menaiki angkutan umum. Menurutnya, bersosialisasi dengan sesama merupakan hal yang menyenangkan, walaupun beberapa kendala harus di laluinya, seperti bau yang tidak nyaman di dalam kendaraan, angkot yang sering ‘ngetem’ sampai supir yang merokok.

Tidak hanya menjadi penumpang seperti pada umumnya, wanita berjilbab ini juga gemar mensosialisasikan kepada masyarakat terkait ODNC melalui sosial media, salah satunya twitter. Ada alasan tersendiri mengapa Veny melakukan hal tersebut, ia ingin semua orang lain tau bahwa program ODNC milik Pemkot Depok ini sangat baik dan dapat menekan pemakaian bahan bakar serta mengurangi polusi udara.

“Media sosial adalah sarana yang paling tepat untuk kita memberikan informasi kepada masyarakat, agar mereka tau bahwa pemkot memiliki program ODNC,” ujar Veny.

Dirinya berharap agar pemerintah lebih memperhatikan fasilitas kendaraan umum, karena masih banyak ditemui supir-supir nakal.

“Saya masih sering liat angkot yang kacanya gelap, meletakan aki sembarangan dan supir merokok seenaknya, tolong itu ditindak tegas. Buatlah penumpang nyaman,” harap PNS pindahan Lampung itu. (ars)

Foto Terkait:

veny medsos

1 × 4 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + 13 =