Giat Pembinaan Karakter: Akhlak dan Budi Pekerti Adalah Fondasi

Giat Pembinaan Karakter: Akhlak dan Budi Pekerti Adalah Fondasi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, KH. Arif Rahman Hakim menyampaikan tausiah kepada puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok. 

Tausiah dalam giat pembinaan karakter dari Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok pada Rabu (20/9/2023) kali ini mengusung tema ‘Meneladani Akhlak Rasulullah’.

Akhlak dan budi pekerti merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter seseorang. Juga, pondasi utama dalam membangun masyarakat yang baik. Ini adalah nilai-nilai moral dan etika yang membimbing tindakan dan perilaku individu dalam menjalankan perannya dalam hubungan sosial.

Nabi Muhammad SAW, kata Ustad Arif Rahman, adalah manusia sempurna. Memiliki akhlak dan budi pekerti yang sangat baik. “Beliau sering disebut sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik dalam Alquran. Sehingga, sudah sepantasnya lah, kita sebagai umatnya mengikuti, mencontoh, dan menaati apa yang diajarkannya.”

Akhlak Nabi tersebut tercermin dari kejujuran. Bahkan, sebelum diangkat menjadi nabi, beliau sudah mendapat julukan Al-Amin atau Yang Terpercaya dari penduduk Kota Mekah.

Tak hanya kejujuran, budi pekerti Nabi Muhammad juga tercermin dari kepeduliannya terhadap orang lain, kesabarannya, kesederhanaannya, kepemimpinannya yang sarat dengan keadilan, dan kepatuhannya kepada Allah.

Jangankan kepada manusia, terhadap binatang saja Nabi Muhammad SAW menunjukkan akhlak yang baik. “Contoh Ketika menyembelih hewan. Beliau tidak pernah mau mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelihnya,” katanya. 

Itu contoh jelas. Nabi mengajarkan agar penyembelihan dilakukan dengan cara yang humanis dan penuh perhatian terhadap hewan yang akan disembelih. Beliau memberi petunjuk untuk menyembelih dengan cepat dan tajam sehingga hewan tidak merasakan rasa sakit yang berlebihan,” paparnya.

Contoh lain tersirat juga dalam hadist yang mengisahkan tentang seseorang memberi minum seekor anjing dan hadist yang mengisahkan tentang seseorang yang mengurung seekor kucing hingga mati. 

“Kata Nabi, yang memberi minum seekor anjing mendapat rahmat, dan yang menyengsarakan seekor kucing hingga mati mendapat laknat,” Ustad Arif melanjutkan.

Tentu, yang menjadi pertanyaan, apakah umat Islam saat ini bisa memiliki akhlak seperti Nabi Muhammad? Ustad Arif menyarankan untuk terus muhasabah dan berdoa.

“Ketika bercermin, selalu ucapkan doa, ‘Ya Allah, sebagaimana telah Kau baguskan wujudku, maka baguskanlah juga perangaiku’. Jadi, mudah-mudahan tidak hanya cantik lahir, tetapi juga cantik batin,” tuturnya.

Hal lain yang tak boleh terlupa juga, tambah Ustad Arif, perbanyaklah bersolawat. “Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Sejatinya, akhlak dan budi pekerti yang baik adalah prinsip-prinsip yang menjadi landasan penting dalam membentuk kepribadian yang baik, menciptakan hubungan yang positif, dan membangun masyarakat yang beradab. (Diskominfo)

seven + fourteen =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 5 =