Ditjen PPI Kemkominfo Monitoring Layanan 112 di Depok

Ditjen PPI Kemkominfo Monitoring Layanan 112 di Depok

Direktorat Pengembangan Pita Lebar, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), hari ini melakukan monitoring dan evaluasi (monev) layanan panggilan darurat 112 di Kota Depok. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Manto beserta jajaran di lantai 7, Gedung Dibaleka II.

“Kami dari Direktorat Pengembangan Pita Lebar, Ditjen PPI Kemkominfo melakukan monev terkait layanan 112 di Depok. Tujuannya untuk mengetahui keberlangsungan dan kemanfaatan 112 untuk warga,” tutur Perwakilan Direktorat Pengembangan Pita Lebar, Ditjen PPI Kemkominfo, Tri Hastuti Widayanti usai monev, Rabu (06/09/23).

Dari hasil monev yang dilakukan, imbuhnya, layanan 112 di Kota Depok sudah sangat baik. Menurutnya, layanan ini banyak digunakan oleh warga untuk melaporkan kondisi kegawatdaruratan dan sangat responsif.

“Tadi setelah monev, kami tahu ada beberapa kendala yang disampaikan, tetapi ada juga manfaatnya yang ternyata lebih banyak. Ketika ada kejadian kegawatdaruratan, warga langsung melaporkan lewat 112 dan responnya juga cepat sehingga warga bisa segera mendapatkan pertolongan,” imbuhnya.

“Mudah-mudahan kondisi ini terus dipertahankan, apalagi layanan 112 ini sudah ada Peraturan Wali Kota (Perwal)-nya, jadi semakin kuat landasannya sehingga bisa membentuk komitmen untuk menjalankan 112 dengan lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Depok, Manto menuturkan, layanan 112 yang merupakan bantuan dari Kemkominfo pada tahun 2016, sampai saat ini masih terus berjalan. Sebab, memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat.

“Kemanfaatannya bagi masyarakat dan juga pemerintah daerah. Bagi masyarakat, layanan ini bisa digunakan melaporkan kejadian-kejadian setiap saat tanpa pakai pulsa. Sementara dari pemerintah sendiri bisa mendapatkan laporan dari masyarakat terkait kejadian di lapangan, usulan-usulan yang bisa menjadi bahan penyusunan perencanaan berikutnya,” terangnya.

Manto menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan 112, dengan menyiagakan operator selama 24 jam. Semua itu guna merespons seluruh aduan yang disampaikan oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, kami tetap konsisten untuk standby, jangan sampai pos layanan 112 kosong agar bisa menerima semua laporan yang masuk,” tutupnya. (JD 12/ED 01). 

13 − 1 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × five =