Diskominfo: Sulit, Kebanyakan Prostitusi Online Menggunakan Akun Pribadi

Diskominfo: Sulit, Kebanyakan Prostitusi Online Menggunakan Akun Pribadi

diskominfo.depok.go.id – Maraknya prostitusi online yang saat ini terjadi sangat disayangkan Kepala Dinas Informasi dan Komunimasi (Diskominfo) Kota Depok, Mohammad Fitriawan. Ia mengatakan bahwa pelaku prostitusi onlinebiasanya menggunakan Media Sosial (Medsos) pribadi, sehingga sulit untuk dihilangkan.

“Kebanyakan memakai akun, seperti twitter, facebook, instagram atau yang lebih private lagi melalui BBM dan SMS. Untuk menghilangkan hal tersebut adalah kebijakan nasional, artinya Diskominfo Kota Depok tidak bisa melakukannya,” jelasnya.

Mantan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok ini mengatakan bahwa di Depok sendiri untuk jaringan internet sudah menggunakan Filter Internet Service Provider (ISP) yang ada di 254 titik, sehingga pengguna tidak bisa mengakses situs porno karena sudah terkunci atau di-block. Namun, untuk aplikasi mem-block situs jejaring sosial seperti facebook dan lainnya adalah kewenangan negara, bukan daerah.

“Untuk mem-block situs jejaring sosial itu kewenangan nasional, seperti situs vimeo yang beberapa waktu di-block oleh kementerian,” ujarnya.

Adapun penanggulangan Depok sendiri melalui internet sehat yang ditujukan ke siswa di sekolah. Diskominfo pun bekerjasama dengan OPD terkait seperti Disdik dan BPMK, guna pendampingan siswa bagaimana menggunakan internet dengan sehat. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

9 − 6 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 3 =