Aplikasi Selection sebagai Aplikasi Pengamanan Korespondensi Kedinasan

Aplikasi Selection sebagai Aplikasi Pengamanan Korespondensi Kedinasan

Kejahatan siber kian merajalela seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat saat ini. Berdasar hasil pemantauan Keamanan Siber pada 2021, jumlah trafik tidak normal atau serangan siber yang berhasil didata bisa mencapai sekitar 1,6 miliar  di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun 2021. 

Pemerintah termasuk pemerintah daerah adalah salah satu sektor kerap menjadi target para hacker. Sejauh ini, Dinas Komunikasi dan Informatika telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengamanan informasi sebagai tindakan preventif terhadap serangan siber, antara lain dengan melakukan Vulnerability Assessment dan Penetration Testing secara rutin untuk mengetahui celah kerentanan yang ada pada suatu sistem serta melakukan tindakan untuk menutup celah tersebut sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Nancy Olivia Rossa memaparkan itu ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi Selection untuk seluruh operator PPID di perangkat daerah se-Kota Depok di Hotel Santika Depok, Kamis (30/11/2023).

Menurutnya, penanganan keamanan informasi berupa dokumen-dokumen kedinasan saat ini masih belum ideal. Belum sepenuhnya memiliki sistem keamanan informasi yang harus memenuhi unsur convidentiality, integrity, dan availability (CIA). Belum tersedianya media komunikasi data serta tempat penyimpanan dokumen secara khusus yang memenuhi unsur aksesibilitas, skalabilitas, dan keamanan. Sehingga, permasalahan penanganan dokumen merupakan salah satu isu strategis. 

Guna mengatasi permasalahan tersebut Pemerintah Daerah Kota Depok difasilitasi oleh Badan Siber Sandi Negara (BSSN) telah membuat jalur komunikasi yang aman antar perangkat daerah, juga antar pimpinan di Lingkungan Pemerintah Kota Depok agar informasi yang bersifat terbatas dapat dijaga keamanannya dan terhindar dari kebocoran data yang dapat menimbulkan dampak tidak diinginkan.

“Kami menyiapkan JKSI (Jaring Komunikasi Sandi Internal) untuk OPD di Lingkungan Kota Depok. Guna mengorganisir tata cara penanganan dokumen beserta distribusinya yaitu berupa e-mail khusus yang akan dioperasikan oleh penanggung jawab (operator) jaring komunikasi sandi tersebut,” lanjut Nancy.

Penerapan JKSI di Pemerintah Kota Depok antara lain dengan penggunaan Email Sanapati dan Aplikasi Selection. Implementasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain memudahkan komunikasi terutama dalam hal kirim terima berita berklasifikasi dari Pimpinan Daerah ke OPD maupun antar OPD. Juga menjamin kerahasiaan data dan keamanan informasi di Lingkungan pemerintah Kota Depok. 

Nancy menambahkan JKSI diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan informasi untuk seluruh ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Depok terutama yang berkaitan dengan masalah kedinasan. 

“Kepada para peserta bimtek, kami harap dapat bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini, karena selain untuk pribadi para peserta juga menjadi PIC masing-masing OPD untuk urusan persandian,” ucapnya.

Adapun kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi Selection menghadirkan dua narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yakni Muhammad Fahmi Ramadhani selaku Penelaah Teknis Kebijakan pada Direktorat Operasi Sandi dan Habibi Tri Tulodo selaku Fungsional Sandiman.

Fahmi Ramadhani memaparkan simulasi dan praktek penerapan mail.sanapati. Menurutnya, terdapat 3 poin keamanan yang ada di email sanapati, yaitu Password Security Guard, SSL Connection dan Close Group. 

Sedangkan Habibi menjelaskan mengenai aplikasi Selection yang dapat diinstal di desktop dan mobile. Penggunaan aplikasi Selection adalah untuk pengamanan korespondensi elektronik kedinasan pada semua klasifikasi. (Diskominfo)

twenty + 9 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 14 =