Wali Kota Depok, Mohammad Idris menilai aplikasi Halo Polisi merupakan inovasi yang sangat baik yang dimunculkan oleh Polresta Depok. Dengan adanya aplikasi itu, maka diharapkan dapat memberikan respon tanggap darurat secara lebih cepat.

“Aplikasi Halo Polisi jelas sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bisa dilihat, respon yang muncul dari masyarakat luar biasa. Kami menilai aplikasi tersebut merupakan inovasi yang sangat baik yang dimunculkan oleh Kapolres Depok,” jelas Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat menghadiri Soft Launching Aplikasi Halo Polisi dan Panic Button di Polresta Depok, Minggu (19/02/2017).

Idris mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot Depok) siap mendukung berkembangnya aplikasi Halo Polisi ini. Salah satu bentuk dukungan yang akan diberikan adalah dengan menyosialisasikan aplikasi tersebut ke warga Depok.

“Melalui jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, kami akan bantu menginformasikan ke masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” katanya.

Idris pun mengungkapkan, munculnya aplikasi Halo Polisi sejalan dengan program Pemkot Depok untuk membentuk kota Friendly City. Dalam program tersebut, pemerintah ingin seluruh warga Depok berperan aktif dalam menciptkan kota yang unggul, nyaman, dan religius.

“Dalam program Depok Friendly City ini, kami ingin berbagi peran dan berkolaborasi dengan instansi terkait, dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, termasuk permasalahan kriminalitas,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Depok, Kombes Herry Heryawan mengatakan, pihaknya meluncurkan aplikasi Halo Polisi merupakan bagian dari peningkatan pelayanan Polresta Depok terhadap masyarakat. Menurutnya, dengan adanya aplikasi tersebut, kepolisian Kota Depok dapat memberikan respon tanggap darurat dengan lebih cepat.

“Selama ini masyarakat resah, karena respon yang diberikan oleh polisi setiap ada panggilan darurat terkesan lamban. Untuk itu, kami berkoordinasi dengan jajaran kami untuk mencari solusi yang bisa menjawab keresahan ini, sekaligus bisa mengikuti perkembangan teknologi, hingga pada akhirnya dibuatlah aplikasi Halo Polisi ini,” paparnya.

Herry menambahkan, sejak awal diluncurkan sekitar 1,5 bulan yang lalu, aplikasi tersebut mendapatkan tanggapan yang baik dari masyarakat. Tercatat, saat ini sudah ada 7000 orang yang mengunduh aplikasi tersebut.

“Respon dari masyarakat sangat positif. Karena dengan aplikasi ini, masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan darurat hanya cukup menekan tombol panic botton. Nanti langsung alarm kami berbunyi, dalam waktu 5 sampai 6 menit kami kumpulkan jajaran kami. Setelah itu langsung kami kirim aparat ke lokasi pelapor,” tutupnya.

Penulis: Guntur Widyanto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *