Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Senin (13/02/2017) di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Kota Depok. Acara dihadiri oleh rekan-rekan Komunitas yang ada di Kota Depok. Diantaranya Code Margonda, Komunitas Kampung Teknologi Foundation, Komunitas Ikatan Alumni ITB Depok, Komunitas Internet Sahabat Anak (KISA), Kisa Muda, About Depok, Student Safety Net (SSN), Komunitas Depok Menulis, Komunitas a Brain Code, MIFTA, Depok Cyber Community, dan lainnya. Forum ODP Diskominfo mengangkat topik, Mewujudkan Kota Depok menjadi Kota Cerdas.

Perwakilan komunitas-komunitas yang hadir memberikan tanggapan positif dari Forum OPD Diskominfo tersebut. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) dalam mewujudkan Depok sebagai Smart City juga turut menggandeng seluruh masyarakat yang tergabung dalam komunitas.

“Jadi saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemkot Depok, khususnya Diskominfo yang sudah mau merangkul masyarakat Depok dalam acara seperti ini,” jelas Perwakilan Komunitas Internet Sahabat Anak, Fahrudin Mualim kepada depok.go.id.

Pendapat serupa juga hadir dari Ketua Komunitas A Brain code, Muh Isfahani Ghiyath. Dirinya menganggap positif tentang tersebut, karena komunitas dapat mengeluarkan ide-ide yang langsung didengar oleh Diskominfo Kota Depok.

“Jarang ada acara seperti ini yang mau menerima masukan masyarakat secara langsung untuk pengembangan kotanya,” ucapnya.

Sementara itu, dia menjabarkan, kota yang cerdas merupakan kota yang dapat memudahkan masyarakatnya dan mengoptimalkan penggunaan teknologi. Sebagai ketua dari komunitas yang bergelut dalam bidang Informasi Teknologi (IT), ia mengungkapkan, komunitasnya telah turut bersinergi memajukan Kota Depok sebagai Smart City.

“Kita pernah buat aplikasi Depok Kita yang merupakan aplikasi mobile untuk mempermudah turis atau wisatawan yang datang ke Depok, agar mereka tidak bingung dengan lokasi tempat makan, rumah sakit. Jadi semacam city directory, semua informasi yang ada di Depok include dalam satu platform. Selanjutnya kita pernah buat aplikasi Antri yang berguna bagi penggunanya tanpa harus merasakan antrian di tempat tujuan, hanya dengan tinggal menunggunya dari rumah,” tandasnya.

Penulis: Nurul Darojat

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *