Jika diartikan secara bebas, pengertian loyalitas menurut Oxford Dictionary adalah mutu dari sikap setia (loyal), sedangkan loyal didefinisikan sebagai tindakan memberi atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi.
Belakangan ini loyalitas dalam bekerja banyak dipertanyakan. Karena pekerja hanya mematuhi sesuai peraturan yang berlaku di institusi tempatnya bekerja. Tetapi hal tersebut tidak berlaku kepada pegawai Emergency Call 112. Mereka harus melayani warga Depok tujuh hari 24 jam penuh.
Layanan Emergency Call 112 dibawahi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), mempunyai tugas membantu warga Depok yang mengalami kondisi darurat atau memerlukan bantuan. Layanan tersebut juga dibantu oleh beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) seperti pemadam kebakaran, polisi, dan rumah sakit.
Salah satu peran penting di Emergency Call 112 adalah Call Taker (penerima telfon). Call Taker bertugas untuk menerima telfon dari pelapor kejadian.
Suasana hening menyelimuti para Call Taker yang sedang duduk di ruangan Emergency Call, sehingga tidak memedulikan keadaan sekitar. Mereka hanya fokus pada penelepon yang melaporkan sebuah kejadian.
Seakan-akan diburu oleh waktu demi keselamatan korban, jemari mereka bergerak dengan cepat untuk mencatat sebuah kejadian yang dilaporkan dan mata hanya tertuju pada satu titik.
“Jika ada penelepon genting, kita harus tetap tenang dan professional, walau pun dalam keadaan panik tidak boleh ditunjukkan kepada penelepon. Kita juga harus mencatat apa saja yang dilaporkan oleh penelepon seperti alamat tempat kejadian,” ucap salah satu Call Taker Shinta.
Belum lagi, telpon iseng yang terus didapatkan oleh para call taker. Mereka harus sabar menghadapi telpon iseng tersebut. Tetapi loyalitas merekalah yang terus ada dan memberikan pengaruh kepada profesionalitas atau loyalitas pekerjaan mereka.
“Walau pun kita capek, kita harus tetap melayani masyarakat apa pun kondisinya, mau pagi atau malam. Karena kita layanan 24 jam, jadi telpon yang gak jelas atau prank call pun harus kita layanin dan diberikan edukasi, jangan marah-marah,” ujar Shinta.
loyalitas terlihat saat rutinitas sehari-hari mereka tidak sama dengan orang yang lainnya. Seperti pola tidur yang tidak menentu, karena mereka dibagi menjadi tiga bagian waktu yaitu pagi, siang, dan malam. Mereka harus terbiasa dengan rutinitas pagi menjadi malam, malam menjadi siang.
Rasa letih tidak dirasakan oleh para Call Taker, namun tidak terlihat di raut wajah mereka. Hal itu dikesampingkan demi menyelamatkan seseorang yang dilaporkan. Tidak terasa jam terus berdenting dari waktu ke waktu menghasilkan laporan yang baik dan korban pun terselamatkan.
Loyalitas tersebut membawa kebanggan kepada diri mereka sendiri. Kebanggaan tersebut mereka dapatkan jika berhasil menyelamatkan korban, memberikan kinerja yang baik kepada institusi, membantu warga Depok dengan baik dalam layanan Emergency Call 112 itu dan kebanggaan yang datang dari keluarga mereka.
“Kalo saya pribadi bangga bisa membantu orang meski lewat telpon, memberikan respon yang baik, dan keluarga pun juga pasti bangga,” tutup Shinta.
Penulis: Dewi Purningsih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *