Maraknya berita palsu atau hoax yang beredar belakangan ini, membuat resah masyarakat luas. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan melakukan sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkot Depok, guna mencegah terjadinya kegaduhan yang diakibatkan oleh berita hoax tersebut.

“Untuk langkah awal, kita akan melakukan sinergi dengan OPD. Jika ada berita hoax terkait Pemerintah Kota Depok, kita bisa share ke OPD apakah berita tersebut benar atau tidak. Setelah itu kita klarifikasi,” ujar Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Widyati Riyandani usai kegiatan Forum OPD Diskominfo di Hotel Bumi Wiyata, Senin (13/02/17).

Dikatakannya, Diskominfo sebagai pengawal informasi pemerintah harus bisa memberikan informasi secara transparan kepada masyarakat dan khalayak luas, termasuk meluruskan informasi yang melenceng.

“Selain melakukan koordinasi secara masif kepada OPD, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di Depok juga bisa diberdayakan. Ini bisa dilakukan untuk menangkis berita-berita yang tidak benar atau kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Widyati menambahkan, secara makro, regulasi harus diatur dari pusat. Namun, selama berita hoax bisa ditangkis oleh pemerintah daerah, maka pihaknya akan terus berupaya menanggulanginya.

“Masyarakat yang sering mendapatkan pesan broadcast diharapkan tidak menelan begitu saja, melainan harus ada kontrol dari diri sendiri dengan cara mencari tahu kebenaran dari berita-berita yang beredar,” tambahnya.

Mencegah serbuan berita hoax, lanjutnya, tidak bisa sekadar mengharapkan peran aktif dari pemerintah dan hukum yang berlaku. Masih banyak sudut yang tidak terlihat oleh pemerintah di dunia maya. Karena itu, dirinya mengharapkan kontrol dari setiap individu untuk menyortir berita hoax saat menemukannya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *